Oleh: saya | 30 Oktober 2007

SADISME

Di Sila, seorang buruh angkut yang sudah menjalani profesinya bertahun-tahun, tiba-tiba ditemukan tewas dengan sangat mengenaskan. Lehernya digorok dengan sangat sadis, dan anggota tubuhnya terpotong-potong. Apa pasalnya? Sang buruh yang rajin beribadah dan mahir membaca Al-Quran itu khabarnya memiliki (dan selalu membawa) uang hasil pekerjaannya selama ini sebesar 17jt rupiah. Polisi sudah berhasil membongkar peristiwa pembunuhan sadis tersebut dan menahan tersangka pembunuh. Namun peristiwa ini menggambarkan betapa sadisme bukan hal tabu bagi orang Bima.


Tanggapan

  1. Bima sudah begitu parah, keributan hampir terjadi di berbagi tempat. tidak ada ada lagi keramahan. Tidak ada lagi sopan santun dan keramahan, tidak ada lagi anak yang berlari-lari ke Masjid saat magrib untuk belajar ngaji.. yang ada hanya para remaja sibuk main kartu hampir siang dan malam.
    Bima Yang kita banggakan telah hilang !

  2. banyak PR buat kita, sebagai asli orang BIMA..

  3. seremnya

  4. Banyaknya kasus kriminal yang terjadi di Bima setidaknya telah mengisyaratkan kepada kita semua, bahwa Bima kini tak ubahnya Kabupaten yang patut di juluki Kabupaten degradasi, kenapa? karena masyarakatnya tak lagi dididik dan di tuntun sopan santun apalagi gotong royong melainkan perubahan moral dan kehilangan jati diri sebagai orang teramah yang di kenal banyak diluar Bima. kebanyakan kita bisa menyeluh. tugas kita adalah bergerak, rubah, dan perhatikan, buka lembaga pemerhati masalah sosial serta menemukan kecenderungan dari perubahan pola perilaku orang Bima yang semakin brutal tersebut.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori