Jika orang Bima ditanya tentang tempat-tempat wisata yang berada di Bima, salah satu jawaban yang niscaya disebutkan adalah: Lawata.
Lawata memang sudah sejak dulu menjadi sebuah obyek wisata atau tempat piknik bagi masyarakat Bima. Lawata terletak hampir di luar kota Bima, berupa sebuah “tonjolan” ke teluk Bima. Di Lawata terdapat sebuah bukit kecil yang memiliki beberapa buah gua kecil. Pantainya bukanlah tempat yang bagus untuk bermain air, namun air (laut)nya bisa dibilang cukup jernih walaupun kadang berlumpur dan banyak batu-batu yang berserakan.
Karena historinya, Lawata kemudian “dibangun”, dibuatkan banyak “cottage” yang berderet di sepanjang pantainya. Setiap cottage memiliki bagian “dalam” yang bisa digunakan untuk lesehan, bagian luar/depan yang bisa digunakan untuk memandang ke arah laut/teluk, dan tempat berbeque di sebelah luar/belakang. Tampaknya, setiap cottage cukup untuk sebuah keluarga atau rombongan yang lebih dari 10 orang.
Namun sayang sekali, ketika kami mengunjungi Lawata, tempat tersebut terkesan sangat berantakan dan rusak parah. Ketika memasuki gerbang, pintu gerbang yang dipasangi portal kayu yang dibebani batu menghalangi, namun kita bisa melepaskannya sendiri karena tidak ada petugas yang menjaga. Setelah masuk, ada lagi portal kayu yang merintangi mobil masuk ke arah pantai. Ketika kami ingin parkir di depan portal, karena untuk ke pantai bisa berjalan kaki saja, seorang ibu-ibu (usia sekitar 40-an tahun) mendatangi kami dan meminta “uang karcis”. Ibu-ibu tersebut jelas bukan petugas “resmi” karena pakaiannya sangat sederhana, seperti istri penjaga kebun saja. “Uang karcis” katanya Rp1000,- dan kami memberinya Rp10.000,- Saya berpesan kepadanya agar diberikan karcis, dan dia berjanji akan bilang kepada “petugas”nya yang saat itu (katanya) lagi mengambil minuman (ringan bersoda, dia menyebutkan merk). Kenyataannya, ketika sekitar 30 menit kemudian kami keluar, si ibu terlihat tidur di atas balai-balai bambu dan tidak ada “petugas” yang dia sebutkan. Otomatis, karcis yang dijanjikan pun hanya berupa asap transparan (hehehe… sudah asap, gak kelihatan juga kan?)
Tentang cottage, sayang seribu sayang, bangunan-bangunan yang cukup banyak tersebut (terutama mungkin dari segi biayanya) sudah rusak parah. Jika ada keluarga atau rombongan pikinik yang datang, mungkin lebih suka menggelar tikar di pantai atau batu ketimbang menggunakan cottage yang sudah seperti gudang tua yang rusak parah. Ruangan cottage sangat lembab, apek, kotor, dan banyak bagian yang sudah anjlok, rubuh, atau rusak sehingga bisa membahayakan.
Tentang lingkungan Lawata sendiri, juga jauh dari harapan untuk menikmati keindahan atau kenyamanan. Lawata sangat terasa tandus, kering, kotor, dan “terkesan” jorok oleh coretan-coretan kata-kata mesum di dinding dan “atmosfir” mesum yang masih mengambang di udara!
Lalu apa lagi yang bisa diharapkan (jangan kata dinikmati) dari sebuah obyek wisata atau tempat piknik yang paling terkenal di Bima tersebut?
Ketika saya bertemu dengan seorang saudara yang kebetulan menjadi anggota DPRD Kota Bima, saya mendapat informasi (yang tentu tidak terlalu akurat) bahwa pembangunan yang dilakukan di Lawata hanya dilakukan oleh seorang investor yang hanya mengejar pencairan dana Bank atau mendapatkan proyek di Pemda. Setelah itu, perawatan entah diserahkan kepada siapa. Saat ini kepemilikan obyek wisata Lawata berada di bawah Pemda Kota Bima, namun Pemda Kota juga tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk melakukan perawatan dan pengelolaannya.
***












fotonya dong pak haer
Oleh: ibnu alwi on 2 November 2007
at 8:37 pm
subhanallah…
Ama. (mboto kangampu mada ma ou ita kai ama.-karena mada jelas lebih to’i dari ita umurnya..hehehe)
Ndandi, mada wancuku dihi adeku eda au ra usakan ba ita ke. Sama saja, au ma wara ade Blog ake, ederu MBOJO DIGITAL. (mboto kangampu atas istilah mada). setidaknya dau mbojo atau dou selain dou mbojo na loa iu ro tio, AKE DANA MBOJO. na lebih ntika ro caru wali sekiranya, foto MOTI, DORO, NGGARO, BUDAYA, atau mungkin VIDEO, dsb, upload sara’a ADE BLOG ake. yach, kombi sekedar saran dari ana dou to,i dari parado kanca.
tarima kasi AMA.
WASSALAM
Oleh: MothyMaLynho on 4 November 2007
at 4:14 pm
Terima kasih atas respon samena na weki.
Sebagian foto2 masih belum saya terima, karena sewaktu di Bima saya titip di komputer pak Syam.
Kalembo ade ngena, insya Allah akan segera saya lengkapi.
Oleh: Haer Talib on 5 November 2007
at 9:45 am
:-)) Saya jadi senyum-senyum sendiri nih, Aduh Lawata… tahun 2005 Pulkam saya pernah mampir di Lawata..ternyata keadaanya masih sama ya di 2007?yang masih kurang pic toiletnya gak ada ya Pak? (ya gak bakalan ketemu juga kali ya pak..Tolietnya mmg gak ada..!!? kebayang gak sih..tempat wisata gak ada toiletnya..ada sih cuma berbentuk kamar gt, cuma kering, gak ada bak airnya dan MassaAllah..Wong edan..kok banyak yg (maaf) buang “kotoran” disitu dan sangat2 jorok duakali…?ck,ck…sampe teman saya nyelutuk, “mgkin buangnya disitu tapi bersihinnya tinggal nyebur aja ke laut :-D..:-))wah..kalo ingat itu, gak Lagi deh ke Lawata…
Oleh: Dewi or DeYe on 9 November 2007
at 6:09 pm
mungkin sekedar saran dari ‘dambe toi’ yang peduli ma nasib Mbojo mecinya….
kalo bisa Lawatanya dibersihkan lagi,,potensinya besar…
sayang kan, kalo cuma krn kebersihan jadi ‘nda laku’……..(mboto2 kangampu dou ma sa sa’e….)
aaaaaaaaaaaaaa,,,,,
jd pengen pulaaaang…..
lingi adeku aka Mbojo……….
(.T_T.)
Oleh: uswatun on 24 November 2007
at 11:19 am
Maaf2 nih, sebenarnya saya suka jalan-jalan tapi kenapa untuk ada di Lawata saya kurang tertarik…waktu Aliyah/SMU cuma sekali itupun karena program ektrakurikuler….enakan di OMPU RAMA karumbu lho….asli:-)
Oleh: Jannah on 28 November 2007
at 5:21 pm
buat DPRD bima…tolong dong dibenahi lagi tempat wisata(lawata)..gimana mo maju kota BIMA klo hanya diam aza…sbg putra daerah jujur aza yah saya kecewa dgn kinerja DPRD selama ini ..lamba angi samada rasa…
Oleh: junaidin on 16 Januari 2008
at 4:04 pm
weeee….pejabat mbojo buka mata dong..pantai lawata jorok banget. lebaran 2007 saya pulkam tidak sempat mampir dilawata.tapi sa liat di internet ini jadi malu neeeee..teman2 suku lain bilang”"”"orang bima banyak yang sukses & Pintar di perantauan ko kampung halamanya kayak gitu..kalau perlu dibantu ngomong aja,,,supaya kami pulkam semua…sory mada dou sape,..bupati mbojo hormad mada de ita kabua kataho toi pu dana rasa kelahiranku,….thanks……
Oleh: yuyun k on 8 Mei 2008
at 11:53 am
Bupati mbojo kapan program tanam 10 ribu pohon di bima akan dilaksanakan.(bima panas&gersang)aggaran daerah untuk perbaikan daerah dikemanaiin?kalau tidak minta pajak daerah dinaikin aja.terutama pada sektor perdagangan & industri,misalnya anjurkan tiap warga tanam 5 pohon saja/minta kontor swasta/BUMN(Bank/Pertamina/CV.PT.Mall/Suparmarket.dll)untuk membuat program penghijaun.kalau ini bisa terlaksana,inssa Allah bima akan menjadi kota yang indah&sejuk.amin.
salam mada de ita..bupati mbojo..sukses selalu….
Oleh: karnili-sape on 8 Mei 2008
at 12:04 pm
yaaa…satu istansi 10 rb pohon.10 istansi aja kan lumayan..yakin deh pasti bima jadi kota yang indah seluruh wilayah indonesia…..amin..amin…amin…..
lengaku mawara de rasa mbojo bune habare au kemidi kai weki eda dana rasa ma sampu ndede…bantu ja pejabat daera kita ne,,paling tidak kasi ide apakeeeeeeeeeeeee…makasih…..
SAPE. …yes.
Oleh: Yuyun karnili on 8 Mei 2008
at 12:12 pm
Tahun 90 an saya pernah ke Lawata, tapi sebelum ke lawata, Kakak ipar, saya, istri dan anak2 beli ikan bandeng dulu di pasar bima. kita bakar ikannya di pantai lawata, makan siang pakai ikan bakar plus loco. enaaaak banget deh..
sekarang kalau ingat hal tsb, saya minta istri saya bikin loco (kebetulan istri saya orang bima). huuuhh mantap…..
esa_supriadi@yahoo.com
Oleh: Endang Supriadi on 9 Juni 2008
at 3:24 pm
Saya orang bima karena faktor keturunan….(Saya lahir dan besar di Jakarta dari kedua orang tua asli Bima)) tetapi saya tetap merasa……bima adalah kampung halaman saya…………..walaupun tidak setiap tahun pulang ke bima, tapi kalau melihat……dan membaca berita…….berita di internet…….dengan keterbelakangannya ………….sedih banget sih……apa gak ada yang bisa ngurus………yah…….
wahyu250@yahoo.com
Oleh: Wahyu Hidayatullah on 20 Juni 2008
at 2:23 pm
lawata dulu punya penginapan, tapi kok terbengkalai yah, padahal bila dikelola dengan profesional, lawata bisa jadi destinasi wisata menarik setiap akhir pekan
Oleh: rhakateza on 20 Juni 2008
at 3:27 pm
bima bangkit dong…ko kumuh amat siii..saya sebagai orang bima sedih ne…..
Oleh: Karnili on 23 Juni 2008
at 11:25 am
e ina ndoho, au ka ringu angi re.
cat waupu bangune re ampo mu foto
mbaloamu ka maja rasa ra dana ndaire
ta cat sama mena sara mbojo re ampo ta aka internet
kombi ama wali kota, kataho menaja pu lawata ka ni
Oleh: fitri on 27 Juni 2008
at 2:56 pm
alae Rumae………..de auke???Kekayaan daerah macam apa ini? benar2 g’ bs dibanggakan!ira lenga dohoe……de wa’ura ndawi wa’u hidi dikadihi kai adereni, de babauku kaiha wali kai mawa’ura taho???sangat amat disayangkan!sungguh perbuatan yang tidak berpendidikan!!!semestinya ndaita samenana wekike ta tindak lanjuti katahoku loakura naha gaga dana ro rasa, aina naha kaihampa mawara ni lenga doho……..!!!
Oleh: Ara on 27 Juni 2008
at 3:08 pm
wa u ra bade sama ba ndai ndede modena hidi ndiha kai manga ra la wata. mai ndai sara a dou mbojo ta tekadkan semangat ta taka taho ta kantikaku dana ro rasa ndai ake.
Oleh: syamsudin on 16 Juli 2008
at 1:42 am
Sungguh sangat di sayangkan keindahan kota Bima yang dulunya indah dan bersih,sekarang menjadi kotor dan kering!!!!!
Tolong kepada pihak yang berwajib agar anak muda dan tokoh masyarakt Bima untuk turun langsung melihat keadaan KOTA & Kabupaten Bima.
Menurut saya Pengendara sepedah motor Di Kota Bima sangat tidak teratur & Tidak taat lalulintas!!!!
Tolong di Beri Pengarahan karna menyangkut nyawa Manusia.
Oleh: Rosali on 21 Oktober 2008
at 9:02 am
ina kemaderae……..begini ja pala pemerintahan walikota skrng…..lao di kantong ndai ro pak latif!!!!
ede re nie…aina pilih wakil ma wara masalah di kepolisiian,ne`e ro bune lalu serinate????
ita doho ma wara di jejeran pejabat teras pemda aina na ja maru kentuwu nie…..be`e ku maja labo dahu ita doho ke…..
lestarikan lah tempat2 wisata di bima,udah tepat wisatanya sedikit!!!!masih aja di biarkan terbengkalai gitu!!!!!
ayo lah sampela2 mbojo!!!!!!!bangkit kan rasa kalian….satu dalam membangun dana mbojo!!!!
Oleh: alfian on 29 Oktober 2008
at 5:32 pm
ina kemaderae……..begini ja pala pemerintahan walikota skrng…..lao di kantong ndai ro pak latif!!!!
ede re nie…aina pilih wakil ma wara masalah di kepolisiian,ne`e ro bune lalu serinate????
ita doho ma wara di jejeran pejabat teras pemda aina na ja maru kentuwu nie…..be`e ku maja labo dahu ita doho ke…..
lestarikan lah tempat2 wisata di bima,udah tepat wisatanya sedikit!!!!masih aja di biarkan terbengkalai gitu!!!!!
ayo lah sampela2 mbojo!!!!!!!bangkit kan rasa kalian….satu dalam membangun dana mbojo!!!!
Oleh: alfian on 29 Oktober 2008
at 5:34 pm
hm……….iyo dohoe……….ede sie fiki ma kelai……benahi dulu lah pariwisata nya!!!1malu dgn daerah lain atuh…
Oleh: alfian on 29 Oktober 2008
at 5:36 pm
knapa y….
pengelolaan pariwisata d kota bima sangat” kurang memadai……
aku punya teman di bima rencana 2009 mau jalan” k bima. aku aslinny orang sumatra….
tapi baru liat gambarny d internet aja jadi malas ah…..
ayo donk pemerintah yang bertanggung jawab perbaiki sektor pariwisata d bima biar 2009 aku ajar teman” ksana. he…he….
Oleh: kalya on 30 Oktober 2008
at 7:30 pm
heba ndai wali kotake…kantikana dana ro rasa, pai di loa kantika rawku smk 2 kobi arake, mai ta kasama nuntu, mai ta kasama fiki ta ka gaga menaku dana ro rasa
Oleh: alan smk2 kobi on 5 November 2008
at 11:32 am
.
.
.
= JADIKANLAH YANG TERBAIK UNTUK DANA RO RASA MBOJO, POKONA MBOJO IS THE BEST =
.
.
.
AdHaR / FraNcOs
KaMpO SuNTu – PaRuGa
BiMa – NTB
di -
JaKaRTa
.
.
.
Oleh: HaR dOaNK / FraNcOs KaMpO SuNTu - PaRuGa - BiMa - NTB on 27 November 2008
at 3:21 pm
bagi pejabat yang ada di kota bima tolonh lawatanya diperbaiki dong n satu tempat pariwisata yang belum terlalu kenal yaitu di pulau ular yang berada di wera timur, kalau tempat itu terkenal otomatis akan memberikan peluang kerja.
Oleh: laila on 28 Desember 2008
at 8:10 am
kenapa seh kota bima sakhir-akhir ini banyak masalah, tempat pariwisata yang terkenal adalah cuman lawata, padahal ada satu tempat yang ngga kalah bagusnya dengan lawata yaitu plau ular tapi sayang tempat tersebut masih belum terlalu kenal, mungkin karena tempatnya yang terlalu jauh dan transortasinya yang jarang.
Oleh: saodah on 28 Desember 2008
at 8:31 am
oetssssss……….semakin hari lawata semakin buruk, padahal lawata tempat faforitku dari kecil. walaupun jauh saya tetap membanggakan lawata.by ompu mbozho………….gizi unhas 2008
Oleh: Muh.ikhsan amar on 2 Februari 2009
at 8:33 pm
asswabar…………..sayang bnget yah…
padahal itu tempat yang menyenangkan.kok nggak ada yang mo rehabilitasi sech….
mana neh pemdanya?mana pihak pariwisata?kok lari dar tanggung jawab sech?
kita tao semua kl ini merupakan salah satu sumber devisa bagi daerah bima sendri iya ngga?
mo dapat uang dri mana pemerintah coba kl bukan dri aset daerah?katanya otonomi?
ato jangan2 pemerintahnya korupsi lagi dengan dana APBD rehabilitasi sarana dan prasarana pariwisata….?
Oleh: Muh.ikhsan amar on 2 Februari 2009
at 8:42 pm
asswabar…………..sayang bnget yah…
padahal itu tempat yang menyenangkan.kok nggak ada yang mo rehabilitasi sech….
mana neh pemdanya?mana pihak pariwisata?kok lari dar tanggung jawab sech?
kita tao semua kl ini merupakan salah satu sumber devisa bagi daerah bima sendri iya ngga?
mo dapat uang dri mana pemerintah coba kl bukan dri aset daerah?katanya otonomi?
ato jangan2 pemerintahnya korupsi lagi dengan dana APBD rehabilitasi sarana dan prasarana pariwisata….?
Pertanyaan buat siapa nehhhh……?
syapa yang mo jawab coba…..
Oleh: Seorang yang mengagumi lokawiasata kota Bima dari makassar on 2 Februari 2009
at 8:44 pm
ASSLM.SAE RA AMA DASN PEMDA MAI MENA RA SAE TA KA NTIKA KU RASA MBOJO TA RE???????
SEDIH ADE MADA DOHO ARA AKE MA MERANTAU TA RASA DOU KE SAE,,,,,,,,
BUNE AI WALIKU TA KA MAJU RASA NDAI TA RE TI SAI PU RUKU ADE NDAI TA
SALAM MADA RONY IRAWAN
DAN MADA DOHO DOU MBOJO TA JOGJA???????
Oleh: RONY on 14 April 2009
at 12:27 pm
Mari kita koboro weki ta bahas ku masalah lawata. Siapa ada jln keluarnya
Oleh: Abdul majid on 9 Oktober 2009
at 12:14 pm
Mari kita kaboro weki ta bahas masalah lawata siapa tau ada jalan keluarnya
Oleh: Abdul majid on 9 Oktober 2009
at 12:21 pm